Wednesday, July 21, 2004


[di ruang kantor]

"Dear Bapak Mappalara Simatupang, Sesuai dengan pembicaraan...bla..bla...", aku menggumamkan isi email yang baru masuk.. mencoba mengerti maksud Si Distributor.
"Sst.. Pa.. Pa.. Mappa..!", ah.. seseorang memanggilku.
"Mep.. Mepy.. kita dah telat nih.. ayo dong Mepong.. ntar film-nya keburu main..", my close friends are waiting impatiently.
"Mopa... pa kabaar neeh..  " sebuah layar yahoo messenger popped-up.. terbaca Upik di nick-nya.
"Baik, bu sorry Pika.. Can't chat now, gtg..   ", aku buru2 nge-reply & langsung sign off. Segera meraih Samsung C100-ku yg sudah serak sejak tadi menyanyikan Make Luv-nya Room5.
"Lalla...Ini Bapak. Jangan lupa telepon Inang Tua-mu nanti di'... eh ini mama mau bicara...*w a i t i n g*...Oppu jangan lupa pulang ko Natal nanti na, dan jangan ko lupa itu oleh2-ku bela...", Mama mulai ngoceh.
Lima menit kemudian pembicaraan berakhir sementara otakku tersenyum, betapa keduanya telah berubah menjadi Batak berlogat Makassar, atau Makassar berlogat Batak? Kok gitu? see my previous post! Kita emang udah lama di Makassar, lot of friends there.. real friends..

[di lift menuju lobby]

"Pulallit.. ada temanmu.. Si Yaya..", begitu biasanya Emak berteriak dari suatu tempat, terlalu asyik di balik kerimbunan kebunnya, kadang sampai harus di-SAR, kata Si Ucok, bungsu kami.
"Kita besok jadi ke Barru, Patta.. empangnya Yaya udah siap dipanen. Bakal seru nih!", Ronal, kakak laki2ku tampak antusias, sementara Yaya di sampingnya sibuk menghindar dari jilatan Vera.
"Jam berapa kita berangk.." DING!!

Pintu lift terbuka di lantai 3... Lamunanku terputus.
Dua wajah teman SMA yg lama tak kujumpai muncul di balik pintu lift yg setengah terbuka. Kebetulan!
"Lho.. Zhym.. apa kabar?, yg lebih pendek menyapaku excited.
"Hey.. ugh.. baik..baik..", kudapati diriku overwhelmed
"Peng..Tupeng.. lama gak ketemu, eh..taunya kita satu gedung.."
DING!!

[di lobby]

Bergegas aku menuju basement. Ah.. teman2ku pasti udah bete nungguin di parkiran.
Jangan-jangan... wooo.. awas kalo aku sampai ditinggal..!

Epilog:
Coba hitung berapa banyak yang dipakai untuk memanggil diriku..
Terlalu banyak alias. Kriminil di koran aja paling banyak 4 nama.
Yee.. gue kan gak sama dengan kriminil.. enak aja.. weekk..!!
Catatan Lebih Akhir:
Tadinya aku mau menulis ttg "alias" sebagai "berbagai peran" kita dalam hidup ini. Tapi ah.. Kupikir akan terlalu membosankan.. Seperti politisi kita.. BETUL..?!?
Catatan Paling Akhir:
Cerita di atas adalah fiktif. Sekedar untuk menginformasikan semua "alias" yg kupunya dan siapa yg menggunakannya, dalam satu cerita utuh.
Terciptanya masing2 alias mempunyai cerita sendiri. Ask me in comment section!!

2 comments:

Rini said...

Banyak banget 'alias'nya..... ;p Tapi gw tetep panggil elo Pa' aja yah... simple..;D Mau dong diceritain arti semua alias lo...hihihi

Anonymous said...

wow kueren buanget yach blognya... and aliasnya buanyak betul bo... but u r still my beloved mappa he..he.. keep in writing.
fr. emil